Rabu, 19 Maret 2014
Coretan Tuhan
Bukan coretan dinding belaka, tolol, kunci tak tau, siapa empunya negara ini, dalam keajaiban, yang mustahil diwujudkan, hanya dongeng dan mitos tak ber kaprah, "Tuhan bisa," kata mereka yang hanya mengandalkan Tuhan, mereka tak tau jika tak ada Tuhan, jika tak ada tekad dan jika tak ada kemauan, semua tak akan pernah terwujud, Mengertilah dan pahamilah!!
Maksudnya apa?
Para kaum elit politik tak tau malu,
Beradu mulut, membenarkan apa yang menurutnya benar,
Di media masa, berkoar-koar, penonton dan jutaan tatap mata bagai batu, bermaksud menyihir dengan berjuta omongan-omongan, entah apa yang mereka katakan, mereka sendiri pun tak tau.
Minggu, 16 Maret 2014
Tak mudah jua
Beban menjunjung negara ini bukan hanya seperti menjunjung barbel, bukan hanya seperti memikul kantong kantong beras, dan bukan hanya semudah berjalan mundur,
Mengertilah itu lebih berat dari apapun, tantangan begitu tajam, tak akan bisa hanya dengan kata kata palsu, aksi nyata sekalipun belum bisa merubah tanpa ada komitmen dan kesungguhan.
Sabtu, 15 Maret 2014
Salah kaprah
Ini bukan lagi tentang merdeka atau mati, tapi bagaimana caranya bangkit lagi, guru guru dulu kini hanya jadi budak, ini nyata senyata nyatanya, tertindas sudah dibawah kaki tangan asing, orang pintar tak mau mengabdi di negeri sendiri, lena oleh nikmat di negeri seberang, bukan karna salah mereka pula, karna salah kita juga yg tak menghargai mereka, jika karna uang kami punya bahkan melimpah tapi jika karna kejujuran itu adalah pertanyaan yang tek perlu dijawab!!
Intelek bangsat
Gila sudah bangsa ini,
Media hanya memberitakan hal hal negatif,
Anak kecil memperkosa anak kecil,
Pembunuhan sana sini,
Pembantaian di depan umum,
Tawuran pelajar bahkan mahasiswa,
Aktivis aktivis yang katanya intelek,
Biadab!! Bangsat!!
Kau anggap ini hanya lelucon,
Ini bukan negeri liberal,
Bukan negeri lelucon, tapi meliberal dan memang seperti lelucon.
Riau
Kau masih tanah air beta,
Namamu tak mencuat walau bencana menggulungmu,
Mereka sibuk dengan bangsa lain,
padahal sebagian bumi pertiwi menangis,
Sudikah mereka peduli,
Takut kalau tak membantu tapi di dunia lain,
Dunia sendiri terabaikan,
Seakan membiarkan perlahan lahan rakyat mati dalam sesak nafas.
Jumat, 14 Maret 2014
Nasib mu kini
Kumuh pakaian lusuh,
Compang camping mengais sampah,
Tua renta bungkuk badan,
Berjalan tanpa sendal di lautan fatamorgana,
Tak akan dia dapat apa apa,
Sia sia pengabdian,
Berpacu dengan nasib,
Masa lalu bukan masa kini,
Darah tanpa arti di kemudian hari,
Kursi, uang, dan jabatan tanpa mata hati,
Tak akan peduli lagi denganmu,
Tak akan mengerti lagi keadaanmu,
Bersyukur adalah sesuatu yang bijak diatas pondasi yang porak poranda.
Kamis, 13 Maret 2014
Politik sempit
Belajar menjadi seorang pemimpin,
Bukan berarti harus berkecimpung di bidang politik,
Politik baik disisa siakan,
politik buruk merajalela,
Dimanfaatkan,
Memanfaatkan,
Kesempatam sempit incar sana sini.
Muak!!
Semua nya kau jejalkan pada kami,
Pelajaran yang tak penting sekalipun,
Kami tak mampu menampungnya dalam sekejab itu,
Semua itu yang diharapkan,
Tapi kami tak tau,
Cuma kepentingan sesaat,
Menumbuhkan mental lemah,
Sekarang berubahlah,
Lakukan apa yang kau suka.
Sebatas formalitas
Banyak sekali bahkan berlimpah,
Entah itu guru, dosen atau pengajar,
Kulihat sia sia ocehan omelan mereka,
setiap hari sampai detik,
Berbicara berharap masuk ke otak murid,
Namun apa? Hanya seperberapa persen yang mereka serap,
Akibatnya mencari pelajaran diluar kesibukan formal, seakan akan lebih mendewakan bimbingan diluar, lebih percaya, lebih simple dan lebih bermakna,
sekolah formal tak lagi menjamin,
Meja depan hanya mencetak orang orang pintar yang tak cerdas.
Tuhan Punya Cara
Jujur sebenarnya aku belum tau banyak hal, Tapi keadaan yang mengharuskanku berbicara sedikit hal yang ku tau, Dengan banyak kekuranganku, ...
-
Lembut debu menyebar, Mengitari alam pertiwi, Kami berdiri menanti, Menanti setiap hikmah di balik derita, Akan kah Dia murka lagi? Semoga.....
-
Bangun .......!! Bersama ... Menemani ... Menjauhi ... Menghadapi ... Halangan di terkam Rintangan di tombak Bangun .....!! Menjemput cita...
-
Entah apa yang mereka lakukan, Membunuh.... Membakar... Menganiaya... Jiwa jiwa tak berdosa, polos rupa mungil tak kuasa menahan tangis, Pil...