Hai para peminta minta,
Apakah kau tak malu dengan anak cucumu?
Apakah kau tak malu dengan negaramu?
Kau masih bugar, segar dan kuat untuk berkarya,
Tapi kau gadaikan nikmat itu dengan hanya menjadi pemalas,
Parasit jalanan,
Peminta minta yang kaya,
Yang berlagak miskin,
Jangan seperti pengecut yang takut pada kabut,
Berkarya lah walau hanya semampunya,
Itu jauh lebih mulia dari pada menggadaikan nikmat Tuhan
Rabu, 26 Februari 2014
Pengecut
Kamis, 20 Februari 2014
Jenaka nya negeri ini
Jenaka sekali negeri ini,
Bahkan orang tak bersalah pun di bui,
Ringan maling berat laknat,
Berat maling ringan laknat,
Hukum tak berlaku lagi bagi orang beruang,
Palu tak berbunyi jika uang tlah menyapa,
Lebih indah rupiah daripada harga diri bangsa.
Berubahlah
Ubah sebuah kata yg mudah,
tapi sulit untuk diubah,
Berubah menjadi yg lebih baik,
Sulit kata orang bilang,
Karna tak sadar betapa mudahnya mengatasi kesulitan,
Cukup sandarkan hati pada Tuhan,
Maka Tuhan akan mengubah kesulitan menjadi mudah.
Rabu, 19 Februari 2014
Plagiat
Pendidikan tercoreng lagi,
Dengan banyaknya plagiatisme di kalangan akademisi,
Bukan hal yang baru,
Dan itu sudah lumrah adanya,
Ide berkeliaran dimana mana,
Bahkan di toilet sekalipun,
Tapi kenapa masih ada saja penjahat pikiran semacam itu?
Miris...
Heran
Heran...
Melihat elit politik yang katanya religius tapi kelakuannya misterius,
Heran...
Melihat penguasa besar namun banyak yanv kesasar,
Heran...
Melihat kaum bangsawan yg menanggalkan iman,
Jika jasad telah menjadi abu dan tanah lenyaplah sudah, hancur martabat buruk kenangan.
Selasa, 18 Februari 2014
Kala Hujan Turun
Kala hujan turun bersyukurlah,
Karena itulah nikmat Tuhan,
Walaupun terkadang kita menghardiknya,
Karena dianggap membawa bencana,
Bukan hujan yang membawa bencana,
Namun insan bejat lah penyebabnya,
Tak ada yang salah dari pemberian Tuhan,
Sadarlah semua dari Nya pasti ada kebaikan,
Pandangan kita yang meremehkan,
Akan binasa ketika kuasanya selalu membawa hikmah.
Kejam
Entah apa yang mereka lakukan,
Membunuh....
Membakar...
Menganiaya...
Jiwa jiwa tak berdosa,
polos rupa mungil tak kuasa menahan tangis,
Pilu sekali melihatnya,
Dunia pun tak mampu berkata kata tak dapat melakukan apa, termasuk raga raga yang hina ini.
Senin, 17 Februari 2014
Masih Peduli
Saudara itu bukan aku atau dia Tapi kita,
Jika kita sakit maka sakitlah semua,
Seperti tubuh,
Kalian sakit dan kita peduli,
Bukan karena imbalan,
Bukan pula karna ingin dibalas jasa,
Saling mengerti dan memahami karna hati,
Bukan karna uang dan janji janji.
Ufuk Fajar
Diufuk timur fajar mulai memancar,
Menyapa bumi yang terguyur hujan air setelah hujan abu,
Manusia bertanya "apa salah kami?"
Terkadang sebuah tanya tak perlu jawab,
Renungkan saja apa yang sudah kalian perbuat,
Perbaiki diri,
Jangan sampai ada lagi situasi seperti ini.
Minggu, 16 Februari 2014
Semoga
Lembut debu menyebar,
Mengitari alam pertiwi,
Kami berdiri menanti,
Menanti setiap hikmah di balik derita,
Akan kah Dia murka lagi?
Semoga....
Semoga para pemimpin kami peka,
Ya, hanya semoga.
Hujan Turunlah
Tiga hari sudah letusan gunung kelud menggemparkan rakyat,
Matahari pun sulit menampakkan sinarnya,
Semakin tebal abu yang ada di jalanan ini,
Berharap hujan turun dan cerahnya mentari menyinari,
Kami tak mampu berbuat apa,
Jika kehendak-Mu sudah nyata,
Hanya doa dan usaha yang bisa kami panjatkan,
Ampunilah kesalahan kami.
Ratapan
Kini kita menangis,
Melihat sebuah negeri yang indah,
Namun gelap dalam cerahnya sinar,
Kita berdiri mengangkat kedua tangan untuk berdoa,
Memohan pada Tuhan akan keselatan negeri ini dari bencana yang lebih pedih.
Tuhan Punya Cara
Jujur sebenarnya aku belum tau banyak hal, Tapi keadaan yang mengharuskanku berbicara sedikit hal yang ku tau, Dengan banyak kekuranganku, ...
-
Lembut debu menyebar, Mengitari alam pertiwi, Kami berdiri menanti, Menanti setiap hikmah di balik derita, Akan kah Dia murka lagi? Semoga.....
-
Bangun .......!! Bersama ... Menemani ... Menjauhi ... Menghadapi ... Halangan di terkam Rintangan di tombak Bangun .....!! Menjemput cita...
-
Entah apa yang mereka lakukan, Membunuh.... Membakar... Menganiaya... Jiwa jiwa tak berdosa, polos rupa mungil tak kuasa menahan tangis, Pil...